EPISTEMOLOGI

News

Teori Kebenaran dan Kaidah Berpikir

Posted by Filsafat Pengetahuan on October 19, 2010 at 6:42 PM
Teori Kebenaran dan Kaidah Berpikir

mari bicaramemakai teori kebenaran dan kaidah berpikir

Siapa 'sosok'Allah, apa maunya, apa tujuannya ?

Moderator: ForumWatch

mari bicaramemakai teori kebenaran dan kaidah berpikir

Postby empirik »Mon Aug 11, 2008 10:09 am

harus adakesamaan dalam menilai kebenaran suatu pemikiran. Kriteria kebenaran yang harusdisepakati adalah;

sebelummelangkah lebih jauh kita artikan dulu apa itu kebenaran. Kebenaran dalahkesesuaian objek dengan realita atau kesesuaian objek dengan pengetauahn

parameterkebenaran

1. Kebenaranbersifat universal

Kebenaran suatupemikiran harus bernilai universal, artinya berlaku untuk kapanpun dandimanapun. Jika tidak demikian maka peserta diskusi yang tempat dan waktumendapatkan pengetahuan baru tersebut berbeda tidak dapat menerima kebenarantersebut.

2. Kebenaranbersifat mutlak

Tanpa pandangantersebut, maka diskusi akan sis-sia. Apapun pengetahuan baru yang ada dalamsebuah diskusi tidak dapat diterima sebagai kebenaran. Sehingga semua perkataanyang dikemukakan dalam sebuah diskusi tidak berbeda dengan kebohongan,ketidakwarasan dan omong kosong.

3. Kebenaranbersifat manusiawi

Artinya bahwapengetahuan yang disampaikan secara alamiah dapat diterima atau dimengerti olehmanusia. Tak perlu ada rekayasa seperti melalui bujukan, paksaan atau paksaan.Jika ada rekayasa seperti itu maka perlu dipertanyakan kebenarannya. Kebenaranakan diterima jika hal itu memang sebuah kebenaran, diakui secara lisan atautidak.

4. Kebenaranbersifat argumentatif

Dalam sebuahdiskusi, pembuktian terhadap kebenaran sebuah pendapat atau pengetahuan baruharus dimiliki. Argumentasi digunakan untuk menjelaskan proses mendapatkanpengetahuan baru tersebut sehingga orang lain dapat menilai kebenarannya dariproses tersebut.

Argumentasiadalah proses bergeraknya suatu pengetahuan yang menjadi patokan menujupengetahuan baru (kesimpulan). Dalam menilai kebenaran dan keabsahanargumentasi, ada dua hal yang harus diperhatikan. Pertama adalah kebenaran dariisi pengetahuan yang menjadi pijakan. Kedua adalah keabsahan penyusunanpengetahuan-pengetahuan pijakan menjadi suatu kesimpulan (proses pengambilankesimpulan).

5. Kebenaranbersifat ilmiah

Ini dimaksudkanagar kebenaran suatu pengetahuan dapat dibuktikan oleh orang lain bahwapengetahuan tersebut sesuai dengan kenyataan yang ada. Kebenaran yang tidakdapat dibuktikan oleh orang lain tidak dapat didiskusikan. Artinya bahwakebenaran tersebut tidak dapat dihukumi untuk orang lain

Sumberpengatauahn

1.Empirisme

Sumber daripengetahuan ini adalah Alam. Sarana yang digunakan adalah Eksperimen. Mazhabpengetahuan ini hanya mendasarkan kebenaran pada apa yang dapat ditangkap olehindera manusia. Apa yang dilihat, didengar, dirasa, dll. Misalnya, Apakahmemang benar Tuhan itu ada? Kalau Tuhan itu ada, lalu mana Tuhan? Mengapa Tuhantidak dapat kita lihat, tidak dapat kita dengar suaranya? Dari mazhabpengetahuan inilah muncul berbagai macam ajaran-ajaran materialistik. Mazhabini tidak dapat mengantarkan kita pada kebenaran yang 100%. Misalnya saja TeoriGravitasi yang ditemukan berdasarkan Eksperimen. Belakangan teori Gravitasitersebut telah ada yang membantahnya.

2.Rasionalitas

Sumber daripengetahuan ini adalah akal. Alat atau sarana yang digunakan adalah berpikir.Mazhab pengetahuan ini mempunyai dua kaidah utama, yaitu Kausalitas(sebab-akibat) dan Non-Kontradiksi.

Sebab Akibat

Bahwa apa yangterjadi di dunia ini pasti memiliki sebab-sebab yang mempengaruhinya. Seseorangbisa tidur sekalipun, dibelakangnya terdapat beribu-ribu faktor-faktor yangmempengaruhinya.

Non-Kontradiksi

Sebuahkebenaran, tidak mungkin di dalamnya mengandung kontradiksi. Misalnya adainformasi bahwa si A itu berada di jakarta, tetapi pada saat yang sama si Aberada di Bandung. Informasi ini mengandung kontradiksi sehingga wajib kitatolak keabsahannya.

Jadi, kebenaranitu PASTI tidak akan bertentangan dengan akal. Maksudnya adalah kebenaran tidakakan bertentangan dengan kedua kaidah akal tersebut.

Mazhabpengetahuan ini mampu membawa kita pada kebenaran yang 100%.

Prinsip berpikir

Prinsip inimenyatakan bahwa sesuatu adalah sesuatu itu sendiri; A adalah A

3.PengetahuanHati

Sumber daripengetahuan ini adalah hati. Alat atau sarana yang digunakan adalah TazkiyatunNafs.

4.Skriptualisme

Pengetahuan inibersumber dari Al-Qur’an dan Al-Hadits. Alat atau sarana yang digunakan adalahPengkajian dan Penafsiran. Bahwa di dalam al-Qur’an terkandung berbagai macampengetahuan yang dapat menuntun kita pada kebenaran 100% dan kesempurnaan.Tentunya kesempurnaan yang dimaksud adalah kesempurnaan dalam kadar manusia.

Danpernyataannya adalah

Sesuatu atauwujud yang dengan wujudnya wujud yang lain mewujud atau yang wujudnyabergantung kepadanya disebut sebagai sebab. Sesuatu atau wujud yang bergantungatau berhutang budi atas eksistensinya disebut sebagai akibat atau fenomena.

Eksistensisebuah akibat tidak dapat bergantung kepada sebuah ketiadaan atau non-eksisten.Hal ini menandakan bawha mata rantai sebuah akibat dan sebabnya harus berujungdan bermuara pada sebuah sebab mandiri (self-existing cause), kalau tidak akanbermakna eksitensi sebuah wujud atau sesuatu dimunculkan oleh sebuah ketiadaan(non-being) atau kekosongan (naught); yang mana hal ini merupakan hal yangabsurd dan absurditasnya adalah jelas dan gamblang dengan sendirinya(self-evident)

Atau suatuketiadaan tidak mungkin menimbulkan keadaan atau suatu keadaan tidak mungkintimbul dari suatu keadaan.

Tolong dongtanggapain dengan atau sesuai dengan kaidah berpikir, bisa?

 


Categories: KEBENARAN, LOGIKA

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

1 Comment

Reply edywitanto
8:17 AM on June 23, 2011 
Bagus sekali artikel anda tidak perlu ragu-ragu yang benar pasti banyak yang mengikuti, sayang masyarakat belum selera dengan sebuah ilmu yang leterlux ( baku ) http://edywitanto.wordpress.com