EPISTEMOLOGI

News

Pengetahuan Manusia Dan Epistemologi Islam

Posted by Filsafat Pengetahuan on October 18, 2010 at 2:53 PM

Pengetahuan Manusia Dan Epistemologi Islam

Nasrah

Program Studi Bahasa Arab

Fakultas Sastra

Universitas Sumatera Utara

 

A. PENGETAHUAN MANUSIA

Nabi Adam A.S adalah orang yangpertama yang dijadikan khalifah di muka bumi ini yang diberikan bekal olehAllah Swt. dengan ilmu yang dimulai dengan pengenalan seluruh nama apa saja,inilah permulaan ilmu. Adam dalam catatan sejarah adalah manusia pertama yangbelajar dan mengajar.

 

Adam telah berhasil, dan semenjakitu sampai saat ini manusia sudah banyak menguasai ilmu ,pengetahuan, malahpada akhir abad xx sudah ada yang menyebut abad ilmu pengetahuan dan teknologicanggih. Islam sebagai agama akhir zaman merupakan agama yang terlibat langsungdalam pergumulan IPTEK dan era informasi telah jauh hari telah mempersiapkanumatnya untuk memiliki ilmu. Isyarat-isyarat untuk mencari ilmu dapat kitajumpai seperti surat yang pertama kali diturunkan Allah yaitu surat Al-Alaq :1-5.

Keberhasilan manusia dalammendapatkan ilmu-ilmu pengetahuan saat ini dapat dikaji ulang antara lain :

I. Cara Memperoleh Pengetahuan

1.  Trial dan Error

2.  Common Sense

3.  Akal

4.  Pengalaman

 

II. Pengertian dan Perbedaan

1.  Pengetahuan

2.  Ilmu

3.  Filsafat

 

III. Metode Ilmiah dan StrukturPengetahuan Ilmiah

1.  Metode Ilmiah

2.  Struktur Pengetahuan Ilmiah

 

IV. Treand dalam PengkajianIlmiah

1.  Spesialisasi

2.  Interdisiplin

3.  Multidisiplin

4.  Kajian Wilayah

 

Inilah kajian yang ingin penulispaparkan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan dalam menguraikan materi ini,sehingga orang lain dapat memberikan penilaian, saran dan kritik yang membangununtuk kesempurnaan makalah ini.

 

I. Cara Memperoleh Ilmu Pengetahuan

1. Trial dan Error

trial artinya mencoba dan errorartinya salah. Teori ini bermula dari seseorang yang bernama Ivan Vavlov yangberusaha mencari tahu tentang reaksi seekor anjing bila lonceng dipukul.

 

Bertitik tolak dari kebiasaananjing dengan ghardzahnya ternyata salah setelah ia memukul lonceng berulangkali. Sebab anjing tidak bergeming sedikitpun, namun kali yang lain ia kembalimemukul lonceng dengan menyodorkan sepotong daging dan dilakukan dengan secaraberulang, di sini anjing mengerti kalau lonceng dipukul kembali namun tidak disertaidaging, ternyata air liur anjing meleleh sebagai pertanda reaksi, cuma tidakdisertai tuntutan.

Meskipun teori trial dan salahada temuan, namun menurut Mohammad Nazir dalam bukunya Metode Penelitianhalaman 19 mengatakan tidak tergolong kepada penelitian ilmiah, sebabpercobaan-percobaan yang dilakukan tidak dilaksanakan secara sistematis dan terencana.

Sebagai kesimpulan bahwa teoricoba dan salah tetap merupakan salah satu dari sekian alat untuk mendapatkanilmu.

2. Common Sense

Common Sense menurut kamusInggris Indonesia susunan John M. Echols dan Hassan Shadily halaman 130 artinyaadalah berdasarkan pikiran yang sehat. Menurut Muhamamad Nazir, Common Senseadalah merupakan rangkaian konsep atau bagan konseptual yang dapat memuaskanuntuk digunakan secara praktis. Lebih lanjut ia menyatakan akal atau pikiransehat berdasarkan arti kamus di atas dapat menghasilkan kebenaran dan dapatpula menyesatkan (lihat Moh. Nazir : Metode Penelitian halaman 20). Hal inimenjadi suatu iktibar bagi pemakalah bahwa Common Sense atau akal sehat jikatidak dipengaruhi berbagai kepentingan lazimnya akan bisa menemukan kebenaran, namundemikian apabila yang ditemukan sesuatu yang salah atau yang menyesatkan makaitu adalah pertanda keterbatasan manusia, ini adalah hal yang logis.

3. Akal

Dalam struktur jiwa manusia adasuatu potensi yang dinyatakan dengan perkataan akal (bahasa Arab) Ratio(latin). Akal dimaksudkan di sini tentunya didukung oleh logika sebagai saluranyang digunakan umat manusia dalam menemukan ilmu. Jadi akal adalah sebagaipenemu kebenaran atau ilmu pengetahuan harus bertitik tolak dari apa saja yang disebutdengan deduksi. Sementara deduksi tetap mengandalkan logika. (lihat : AndiHakim Nasution. Hlm. 48-49).

Kita mengetahui bahwa logikaadalah merupakan alat berpikir kritis menggunakan rumusan-rumusan (alasan) danpenguraian argumen yang tepat dan benar bila alasannya benar dan argumen(penguraiannya) benar, maka kesimpulan atau temuannya benar. Perlu kita ketahuibahwa aktivitas akal disebut juga berpikir. Berpikir merupakan ciri khas yang dimilikioleh manusia sebagai makhluk yang paling tinggi derajatnya di muka bumi ini.

 

4. Pengalaman

Ada berkembang istilah :Pengalaman adalah guru yang paling baik. Pengalaman adalah salah satu alatuntuk mendapatkan ilmu pengetahuan, dalam dunia ilmu pengetahuan diistilahkandengan empiris.

Penganut paham empiris menyatakanbahwa untuk mendapatkan ilmu pengetahuan bisa ditempuh dengan melakukanpengamatan dan percobaan (lihat : Andi Hakim Nasution : Pengantar Filsafat danSains. Hlm. 51). Menurut David Hume tokoh filsafat barat, manusia tidak membawapengetahuan bawaan dalam hidupnya, sumber pengetahuan adalah pengamatan. (lihat: Drs. Amsar Bahtiar, MA. Filsafat Agama. Hlm.108).

Apa yang dikemukakan di atasdalam mendapatkan kebenaran atau ilmu pengetahuan adalah suatu hal yang benar,apalagi pengamatan dan percobaan-percobaan tersebut dilakukan dengan cermat dansistematis.

Dari uraian di atas penulis dapatmemahami bahwa pengalaman adalah sesuatu yang diobservasi, dapat dijadikansebagai pengalaman bagi seseorang, karena metode observasi melingkupipengamatan indrawi, seperti melihat, mendengar, menyentuh, meraba, membawa sesuatu,juga di dalamnya termasuk bahwa kita sadar berada dalam situasi yang bermakna denganberbagai fakta yang saling berhubungan.

 

II. Pengertian dan Perbedaan

1. Pengetahuan

Pengetahuan menurut Dr. M.J.Langgeve mengatakan bahwa “ kesatuan antara subjek yang mengetahui dan objekyang diketahui ”. (lihat Endang Saifudani Anshari, MA. Kuliah Al-Islam.Hlm.13). sebagai contoh, A melihat es batu, lalu tergambar dalam benaknya airyang didinginkan rupanya bisa menjadi beku dan keras seperti batu. Kenapa bisabeku ? apa yang membuat ia keras, sangat dingin dan sebagainya tidak lagimenjadi objek penyelidikan.

2. I l m u

Ilmu adalah suatu kata yangberasal dari bahasa Arab yaitu artinya tahu. Menurut Burhanuddin Salam dalambukunya Filsafat Manusia (Antropologi Metafisika) Hlm.3-4 sebagai berikut :

Ilmu pengetahuan adalah kumpulanpengetahuan mengenai sesuatu hal tertentu (abjek atau lapangan), yangmemberikan kesatuan yang sistematis dan memberikan penjelasan yang sistematisyang dapat dipertanggungjawabkab dengan menunjukkan sebab-sebab dari pada halatau kejadian itu.

Dari kutipan ini pemakalah dapatmemahami bahwa yang disebut ilmu adalah kumpulan-kumpulan pengetahuan yangdiserap/serapan tahu manusia dengan cara sistematis disusun rapi dan ditatamenurut metode dan sistematika tertentu agar dapat dipertanggungjawabkan. Dengandemikian dapat disimpulkan ilmu adalah suatu pengetahuan yang menggunakanmetode atau cara-cara di samping sistematika sehingga dapat sangat memungkinkanuntuk mendapatkan kebenaran.

3. Filsafat

Filsafat berasal dari bahasa Arab(       ) orang Arab sendiri mengambilnyadari bahasa Yunani : “ Philosopie ”. Dalam bahasa Yunani kata Philosphie itumerupakan kata majemuk yang terdiri dari “filo” dan “sopia” kata Prof. I.R.Pujawiyatna “ Filo artinya cinta  dalamarti yang seluas-luasnya. Sofia artinya kebijaksanaan. (lihat H. EndangSaefuddin Anshari, MA. Kuliah Al-Islam. Hlm.19).

Kata filsafat ini lebih jauhdijelaskan oleh Drs. Amsal Bakhtiar, MA (Filsafat Agama. Hlm.18) beliaumengambil ulasan Al Farabi mengatakan bahwa, “Filsafat adalah pengetahuantentang alam yang maujud dan bertujuan menyelidiki hakikat yang sebenarnya”. Apayang dipaparkan oleh Al Farabi penulis mengambil contoh tentang kodrat manusiadan bagaimana kedudukannya dalam realita jagad raya ini. Ini harus dikajidengan pemikiran yang mendalam, luas dan universal, radikal, sistematis,kritis, deskriftif, analisis, evaluatif, dan spekulatif. (lihat Dr. Nur AhmadFadhil Lubis, MA. (Ciri-ciri Pengantar Filsafat Umum Halaman 12-13).

Dari keterangan ini dapatkandisimpulkan bahwa itu adalah merupakan ilmu yang menggunakan metode dan sistemguna mendapatkan apa yang ingin diketahui tersebut secara mendalam dan mengakarmelebihi apa yang didapatkan oleh ilmu pengetahuan.

 Sebagai kesimpulan ialah bahwa perbedaanantara pengetahuan, ilmu dan filsafat adalah bahwa pengetahuan itu berada padatahap pertama yaitu, sekedar mengetahui namun tidak sampai mengakar sedangkanilmu sudah sampai pada tahap ke dua yaitu pengenalan secara rasio, artinyakeberadaan manusia (kalau ini yang objek) dengan segala sifat-sifatnya sudahdianalisa secara akal, sehingga tidak bertanya-tanya dan ragu-ragu. Danterakhir perbedaan ilmu dengan filsafat adalah bahwa filsafat itu objeknyauniversal atau bersifat umum sementara ilmu bersifat khusus.

Kemudian penjelajah ilmu itu akanpuas dengan teori-teorinya, sedangkan filsafat terus berenang dan menyelam padauji coba dan eksperimen, seperti halnya yang dilakukan Ibrahim ketika inginmengetahui cara menghidupkan yang mati. (Al Quran Surat Al Baqarah ayat : 260).

Dan (ingatlah) ketika Ibrahimberkata: "Ya Tuhanku, perlihatkanlah padaku bagaimana Engkau menghidupkanorang mati". Allah berfirman: "Belum yakinkah kamu?". Ibrahimmenjawab: "Aku telah meyakininya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap(dengan imanku)". Allah berfirman: "(Kalau demikian) ambillah empatekor burung, lalu cingcanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman): "Laluletakkan di atas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu,kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera".Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

III. Metode Ilmiah dan Struktur Pengetahuan Ilmiah

1. Metode ILmiah

Metode artinya cara, sedangkanilmiah adalah pengetahuan yang menggunakan metode yang sistematis. Dalam bukuMetode Penelitian oleh Moh. Nazir. Hlm.42 mengatakan :

Metode ilmiah boleh dikatakansuatu pengajaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan-pertimbanganlogis. Karena ideal dan ilmu adalah untuk memperoleh interaksi yang sistematisdari fakta-fakta dengan menggunakan kesangsian sistematis.

 Lebih lanjut ia mengemukakan bahwa metode ilmiah untuk melakukanpenelitian, maka langkah pertamanya adalah menentukan kriteria atau standar dankemudian melakukan langkah untuk mengerjakannya. Di antara kriteria yang harusdipenuhi adalah :

a.  Berdasarkan fakta

b.  Bekas dari prasangka

c.  Menggunakan prinsip-prinsip analisis

d.  Menggunakan hipotesa

e.  Menggunakan ukuran yang objektif

f.  Menggunakan teknik kuantipikasi

 

Setelah semua kriteriadipersiapkan barulah muncul langkah berikutnya, yaitu mengerjakan di antaranya:

a.  Memilih dan mendefenisikan masalah

b.  Survey terhadap data yang tersedia

c.  Mempormulasikan hipotesa

d.  Membangun kerangka analisa

e.  Mengumpulkan data primer

f.  Mengolah, menganalisa serta membuatinterpretasi

g.  Membuat generalisasi dan kesimpulan

h.  Membuat laporan

 

2. Struktur Pengetahuan Ilmiah

Struktur artinya adalah susunan,dengan menggabungkan struktur bersama pengetahuan. Artinya menjadi susunanpengetahuan lalu ditambah lagi dengan kata ilmiah yang berarti harfiahnyaadalah susunan pengetahuan yang tertata dengan baik dan sistematis. Dalammemahami struktur pengetahuan ilmiah ini penulis belum dapat menjabarkan dalamtulisan ini dan berharap dapat dikembangkan pada masa-masa selanjutnya.

IV. Tren Pengkajian Ilmiah

1. Spesialisasi

Dengan berlangsungnyaperkembangan ilmu pengetahuan maka penelitian terus mengalami perkembangan,mulai dari berskala besar, sedang, di bawah sedang, kecil, di bawah kecil,sangat kecil dan seterusnya. Sebagai contoh penelitian Biologi di mana mungkin dulunyabersifat menyeluruh untuk semua jenis bernyawa lalu berkembang terhadapmanusia, khusus lagi terhadap mata, darah, darah merah, darah putih, dansebagainya. Di sini kita melihat penelitian itu semakin khusus, skopnya kecildalam satu rumpun. Atau dalam penelitian lain dikarenakan terlampau umumnyapenelitian pada tahap awal maka perlu diadakan spesialisasi dalam satu bidang.

Uraian di atas penulis memahamidalam ilmu adanya suatu batasan dari aspek tertentu pada saat dilakukan suatupengkajian bidang-bidang yang akan dibahas hanya terfokus pada objek yangditeliti.

3. Interdisiplin

Inter artinya antara disiplinmaksudnya ilmu pengetahuan. Jadi interdisiplin tujuannya adalah bahwa polapengkajian tersebut meliputi berbagai bidang ilmu pengetahuan. Di sini dalammelakukan suatu penelitian cenderung untuk memadukan antara disiplin berbagaiilmu pengetahuan.

4. Multidisiplin

Penelitian bersifat multidisiplinadalah pengkajian tersebut menggunakan banyak (di atas tiga) disiplin tiga.Misalnya untuk melengkapi suku dayak di Irian dalam mengejar kemajuan. Dalamhal ini penelitian tersebut tentunya memerlukan beberapa disiplin ilmu pengetahuandi antaranya :

a.  Antropologi

b.  Sosiologi

c.  Sejarah

d.  Geografi

e.  Agama

f.  Komunikasi

g.  Pendidikan dan sebagainya

 

Mengingat pengkajian tersebutmelibatkan banyak disiplin ilmu pengetahuan maka penelitian tersebutdiistilahkan dengan multidisiplin.

4. Kajian Wilayah

Kajian wilayah atau disebut jugastudi kawasan yang artinya adanya pengkhususan penelitian dalam satu daerah.Misalnya penelitian tentang tingkat keberhasilan Program Keluarga Berencanaantara penduduk kota dan desa. Program Keluarga Berencana yang dikembangkanantara kota dan desa mempunyai pola yang sama, namun tingkat keberhasilan ternyatapenduduk desa lebih rendah.

 Keberhasilan penduduk kota keluarga berencanadidorong oleh tingkat kesulitan ekonomi, tingkat pendidikan yang rata-ratamenengah, sedangkan penduduk desa ekonomi tidak menjadi masalah. Kesadaran berKB juga sudah lumayan hanya penduduk desa setelah selesai shalat Isya padaumumnya sudah masuk kamar masing-masing, sebab di desa masih menggunakan lamputeplok, ditambah lagi harga minyak tanah melambung dan sulit pula mencarinya.

Dari hasil di atas dapat dipahamibahwa hasil penelitian atau pengkajian suatu wilayah dengan wilayah lain dapatsaling berbeda meskipun dilakukan dengan program yang sama.

Dari perkembangan pengetahuandalam sejarah kehidupan manusia dapat diketahui bahwa kebenaran itu memerlukanberbagai pembuktian dari segi ilmu, filsafat, dan agama. Kemudian lahirdisiplin ilmu atau pendekatan pengetahuan yang berbeda-beda (Spesialisasi).

Dalam pendekatan tersebutdiperlukan metodologi yang memerlukan data dan proses kerangkan berpikir ilmiahyang sistematis. Selanjutnya dalam kajian ilmiah diperlukan bidang-bidangtertentu dan kajian ilmu lain yang menjelajah dan kajian ilmu lain yang menjelajahpengkajian wilayah untuk menambah wawasan.

B. EPISTEMOLOGI ISLAM

Sejak kedatangan Islam pada abadke-13 M hingga saat ini fenomena pemahaman ke- Islaman umat Islam Indonesiamasih ditandai oleh keadaan yang amat variatif. Kita tidak tahu persis apakahkondisi demikian itu merupakan sesuatu yang alami yang harus diterima sebagaisuatu kenyataan untuk diambil hikmahnya, atau diperlukan adanya standar umum yangperlu diterapkan dan diberlakukan kepada berbagai faham keagamaan yang variatifitu, sehingga walaupun keadaannya amat variatif tetapi tidak keluar dari ajaranyang terkandung dalam Alquran dan Al Sunnah serta sejalan dengan data-datahistoris yang dapat   dipertanggungjawabkankeabsahannya.

Dalam tulisan ini penulis mencobamerangkumkan pengetahuan dasar ke-Islaman dan beberapa metode yang berkaitandalam pemahamannya, dan epistemologti adalah salah satu cara mendapatkanpengetahuan yang benar tersebut.

PENGERTIAN EPISTEMOLOGI

Menurut Harun Nasution, pengertianepistemologi ; episteme berarti pengetahuan dan epistemologi adalah ilmu yangmembahas tentang a). Apa pengetahuan, b). Bagaimana memperoleh pengetahuan.

Selanjutnya, Drs. R.B.S.Furdyartanto memberikan pengertian epistemologi sebagai berikut ; Epistemologiberarti : ilmu filsafat tentang pengetahuan atau dengan pendek kata, 3 filsafatpengetahuan.

Dari dua pengertian di atasnampak bahwa epistemologi bersangkutan dengan masalah-masalah yang meliputi :

1.  Filsafat yaitu sebagai ilmu berusaha mencarihakekat dan kebenaran pengetahuan. ]

2.  Metode yaitu sebagai metode bertujuanmengantarkan manusia untuk memperoleh pengetahuan.

3.  Sistem yaitu sebagai suatu sistem bertujuanmemperoleh realitas kebenaran pengetahuan.

 

DEFINISI ISLAM (KAJIAN ONTOLOGIS)

Dari segi bahasa Islam berasaldari bahasa Arab yaitu dari kata salima yang mengandung arti selamat, sentosadan damai. Dari kata salima selanjutnya diubah menjadi 4 bentuk aslama yangberarti berserah diri masuk dalam kedamaian.

Dr. Irwan Prayitno, mengatakan,kata Islam sebagai ad-diin merupakan cakupan dari :

• Tunduk (Q.S. 4 : 125)

• Wahyu Ilahi (Q.S. 2 : 138 dan 21 : 7)

• Diin para Nabi dan Rasul (Q.S. 2 : 136 dan 3 : 84)

• Hukum-hukum Allah (Q.S. 5 : 48-50)

• Jalan yang lurus (Q.S. 6 : 153)

• Keselamatan dunia dan akhirat (Q.S. 16 : 97, 2 : 200-201 dan 28 : 77). 5

Adapun pengertian Islam dari segiistilah kita bisa mendapatkan rumusan yang berbeda-beda. Harun Nasutionmisalnya mengatakan bahwa Islam menurut istilah (Islam sebagai agama), adalahagama yang ajaran-ajarannya diwahyukan Tuhan kepada masyarakat melalui NabiMuhammad Saw. sebagai Rasul. Dan Islam pada hakekatnya membawa ajaran ajaranyang bukan mengenal satu segi, tetapi mengenai berbagai segi dari kehidupan  manusia.

Syikh Mahmud Syaltut mengatakan,Islam itu adalah agama Allah yang diperintahkannya untuk mengajarkan tantangpokok-pokok serta peraturan-peraturannya kepada Nabi Muhammad Saw. danmenugaskannya untuk menyampaikan agama tersebut 7 kepada seluruh manusia danmengajak mereka untuk memeluknya. Dan Islam bukanlah agama baru yang dibawaoleh Nabi Muhammad. Nabi Muhammad tidak pernah mengatakan bahwa ia membawaagama baru, akan tetapi ia melanjutkan, mengoreksi dan menyempurnakan sertamemimpin manusia dengan petunjuk wahyu Allah, untuk kembali 8 kepada iman yangasli yakni imannya Nabi Ibrahim.

Dan masih banyak lagi defenisipara pakar dan ulama tentang pengertian Islam, namun dari keseluruhan defenisiIslam yang ada, penulis dapat menyimpulkan bahwa pengertian Islam tak lepas dari:

1.  Islam adalah agama yang bersumber dari wahyuAllah kepada Nabi Muhammad Saw.

2.  Islam adalah aqidah, amal saleh, dan tundukkepada Allah.

3.  Islam adalah sistem kehidupan yang lengkapdan menyeluruh. Islam adalah kedamaian,  eselamatandan kesejahteraan.

SUMBER-SUMBER PENGETAHUAN

Dikalangan ulama terdapatkesepakatan bahwa sumber ajaran Islam yang utama adalah Alquran dan As Sunnah;sedangkan penalaran atau akal pikiran adalah alat untuk memahami Alquran dan AsSunnah. Ketentuan ini sesuai dengan agama Islam itu sendiri sebagai wahyu yangberasal dari Allah Swt. yang penjabarannya dilakukan oleh Nabi 9 Muhammad Saw.Di dalam Alquran surat An Nisa ayat 59.

kita dianjurkan agat mentaatiAllah dan Rasul-Nya serta Ulil amri (pemimpin). Di mana ketentuan-ketentuan Allahyang terdapat dalam Alquran, dan ketentuan Nabi Muhammad Saw. yang terdapat dalamhadis mengandung konsekuensi ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Selanjutnya ketaatankepada Ulil amri atau pemimpin sifatnya kondisional, atau tidak mutlak, karena betapapunhebatnya ulil amri, ia tetap manusia yang memiliki kekurangan dan tidak dapat dikultuskan.Jika produk dari Ulil amri tersebut sesuai dengan ketentuan Allah dan Rasul-Nyamaka wajib diikuti; sedangkan jika produk dari ulil amri tersebut bertentangandengan 10 kehendak Allah, maka tidak wajib mentaatinya.

AL QURAN

Alquran adalah kitab Allah yangterakhir, sumber asasi Islam yang pertama dan utama, kitan kodifikasi FirmanAllah Swt. kepada manusia, diwahyukan kepada Nabi Muhammad Saw. berisi petunjukIlahi yang abadi untuk manusia, untuk kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat.Sebagai sumber ajaran Islam yang utama Alquran diyakini berasal dari 11 Allahdan mutlak benar yang keberadaannya sangat dibutuhkan manusia. SebagaimanaFirman Allah Swt. :

Dan sesungguhnya Al Qur'an inibenar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh AlAmin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang diantara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas ] .

(Q.S. As Syu’ara, 192-194).

{ 102 } Katakanlah: "RuhulQudus (Jibril) menurunkan Al Qur'an itu dari Tuhanmu dengan benar, untukmeneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk sertakabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".

(Q.S. An Nahl : 102).

Sebagai sumber utama pengetahuanAlquran mutiara pengetahuan yang tidak terhingga jumlahnya yang pada garisbesarnya Alquran mengandung bebebapa pokok-pokok pikiran : a). Aqidah, b).Syariah, Ibadah dan Muamalah, c). Akhlak, d). Kisah-kisah lampau, 12 e).Berita-berita yang akan datang, f). Pengetahuan-pengetahuan Ilahi lainnya.

 

AS SUNNAH

Kedudukan As Sunnah sebagaisumber ajaran Islam selain berdasarkan pada keterangan ayat-ayat Alquran danhadis juga didasarkan pada pendapat kesepakatan para 13 sahabat. Sebagaisumber  ajaran Islam ke dua, setelahAlquran, As Sunnah memiliki fungsi yang pada intinya sejalan dengan Alquran.Keberadaan As Sunnah tidak dapat dilepaskan dari adanya sebagian ayat Alquran :

1.  Yang bersifat global (garis besar) yangmemerlukan perincian,

2.  Yang bersifat umum (menyeluruh) yangmenghendaki pengecualian,

3.  Yang bersifat mutlak (tanpa batas) yangmenghendaki pembatasan,

4.  Isyarat Alquran yang mengandung makna lebih darisatu (musytarak) yang

menghendaki penetapan makna yangakan dipakai; bahkan terdapat sesuatu yang secara khusus tidak dijumpaiketerangannya di dalam Alquran yang selanjutnya diserahkan kepada hadis nabi.Selain itu ada pula yang dijelaskan dalam Alquran tetapi hadis datang untukmemberikan keterangan sehingga masalah tersebut menjadi  kuat.

Dalam kaitan ini, maka hadisberfungsi memerinci petunjuk dan isyarat Alquran yang bersifat global, sebagaipengecualian terhadap isyarat Alquran yang bersifat umum, sebagai pembatasterhadap ayat Alquran yang bersifat mutlak, dan sebagai pemberi informasi terhadapsesuatu yang tidak dapat dijumpai di dalam Alquran. Dengan posisinya yang demikianitu, maka pemahaman Alquran dan juga pemahaman ajaran Islam yang seutuhnya 15 tidakdapat dilakukan tanpa mengikutsertakan Nabi Muhammad Saw.

CARA MEMPELAJARI ISLAM (KAJIAN EPISTEMOLOGI)

Islam bukan merupakan agama satudimensi. Bukan pula agama yang semata-mata berdasarkan institusi manusia danterbatas pada hubungan antara manusia dan Tuhan saja. Hingga untuk memahaminyatak cukup hanya dengan sebuah metode saja. Ali Sariati mengatakan, jika kitahanya melihat Islam dari satu sudut pandang saja, maka yang akan terlihat hanyasatu dimensi saja dari gejalanya yang bersegi banyak. Mungkin kita berhasil melihatnyasecara tepat, namun tidak cukup bila kita ingin memahaminya secara keseluruhan.Buktinya adalah Alquran sendiri. Alquran merupakan sebuah kitab yang memilikibanyak dimensi, sebagiannya telah dipelajari oleh sarjana-sarjana ternamasepanjang sejarah. Contohnya, satu dimensi mengandung aspek-aspek linguistikdan sastra Alquran. Dimensi lain terdiri atas tema-tema filosofis dan keimananAlquran yang menjadi bahan pemikiran bagi para filosof serta teolog hari ini.Dimensi Alquran lainnya yang belum dikenal adalah dimensi manusiawinya, yangmengandung persoalan historis, sosiologi dan psikologis. Dimensi ini belumbanyak dikenal, karena sosiologi, psikologi dan ilmu-ilmu manusia 16 memangjauh lebih muda dibandingkan ilmu-ilmu yang ada.

Uraian tersebut mengajak kitamemahami Islam secara komprehensif dengan berpedoman kepada semangat dan isiajaran Alquran. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana sebenarnya caramempelajarinya ?

Untuk memahami Islam secara benarini, Nasruddin Razak mengajukan empat cara. Pertama, Islam harus dipelajaridari sumbernya yang asli yaitu Alquran dan As Sunnah Rasulullah. Kekliruanmemahami Islam, karena orang hanya mengenalnya dari sebagian ulama danpemeluknya yang telah jauh dari bimbingan Alquran dan As Sunnah, ataun melaluipengenalan dari sumber kitab-kitab fikih dan tasawuf yang semangatnya sudah tidaksesuai dengan perkembangan zaman. Mempelazari Islam dengan cara demikian akan menjadikanorang tersebut sebagai pemeluk Islam yang sinkretisme, hidup penuh bid’ah dan  khurafat, yakni telah tercampur dengan hal-halyang tidak Islami, jauh dari ajaran Islam yang murni.

Kedua, Islam harus dipelajarisecara integral, tidak dengan cara parsial, artinya ia dipelajari secaramenyeluruh sebagai satu kesatuan yang bulat tidak secera sebagian saja. MemahamiIslam secara parsial akan membahayakan menimbulkan skepsi, bimbang dan penuhkeraguan.

Ketiga¸

Islam perlun dipelajari dariperpustakaan yang ditulis oleh para ulama besar, kaum zhu’ama dan sarjana-sarjanaIslam, karena pada umumnya mereka memiliki pemahaman Islam yang baik, yaitupemahaman yang lahir dari perpaduan ilmu yang dalam terhadap Alquran dan SunnahRasulullah dengan pengalaman yang indah dari praktek ibadah yang dilakukansetiap hari.

Keempat,

Islam hendaknya dipelajari dariketentuan normatif teologis yang ada dalam Alquran, baru kemudian dihubungkandengan kenyataan historis, empiris dan sosiologis yang ada dalam masyarakat. Selainitu, Mukti Ali juga mengajukan pendapat tentang metode memahami Islam yangmenekankan pentingnya melihat Islam secara menyeluruh sebagaimana disebutkan diatas. Dalam hubungan ini Mukti Ali mengatakan, apabila kita melihat Islam hanyadari satu segi saja, maka kita hanya akan melihat satu dimensi darifenomena-fenomena yang multi 17 faset (segi), sekalipun kita melihatnya itubetul.

Pengetahuan melalui kajianepistemologi diperoleh melalui akal yang sehat melalui pembuktian fakta-faktayang rasional juga dengan cara pengetahuan indrawi melalui  kepercayaan (iman).

1. Pengetahuan melalui akal

Dalam pandangan Islam akalmanusia mendapat kedudukan yang lebih tinggi, hal ini dapat dilihat daribeberapa ayat Alquran, pengetahuan lewat akal disebut pengetahuan “aqli” akaldengan indra dalam kaitan dengan pengetahuan satu dengan yang lain tidakdipisahkan dengan tajam, bahkan sering berhubungan.

Dalam pandangan Islam, akalmempunyai pengertian tersendiri dan berbeda dengan pengertian pada umumnya.Dalam pengertian Islam, akal berbeda dengan otak, akal dalam 18 pandangan Islambukan otak, melainkan daya berpikir yang terdapat dalam jiwa manusia.

Akal dalam Islam merupakan tigaunsur, yakni : pikiran, perasaan dan kemauan. Dalam pengertian biasa pikiranterdapat pada otak, sedangkan perasaan terdapat pada indra dan kemauan terdapatpada jiwa.

Ketiga unsur tersebut satu denganyang lain tidak dapat dipisahkan, apabila sati di antaranya pisah, tidak lagiberfungsi sebagai akal. Para filosof Islam membagi akal menjadi dua jenis,yaitu :

a.  Akal praktis, yang menerima arti-arti yangberasal dari materi melalui indra pengingat yang ada pada jiwa hewan.

b.  Akal teori, yang menangkap arti-arti murniyaitu arti-arti yang tidak pernah ada dalam materi seperti Tuhan, Roh danMalaikat.

2. Pengertian lewat indra

Pengertian indra adalah  segala pengetahuan yang dapat diperolehmanusia lewat kelima indranya atau (panca indra). Pengetahuan indra tersebutpengetahuan indra (naqli) atau pengetahuan empiris.

Pengetahuan indra terwujudsentuhan indrawi manusia dengan dunia luar (alam), dari sentuhan itu manusiamemperoleh pengetahuan. Dalam pandangan Islam indra manusia terdiri dari indraluar (panca indra) dan indra dalam.

Proses-proses aktifitaspengindraan tersebut (indra dalam dan indra luar), mulai dari menerima (input),kemudian proses dan dikeluarkan (output) maka jadilah pengetahuan pengindraanmanusia.

IV. KRITERIA KEBENARAN DALAM EPISTEMOLOGI ISLAM

Pandangan Islam akan ukurankebenaran merujuk kepada landasan keimanan dan keyakinan terhadap keadilan yangbersumber pada Alquran. Sebagaimana yang diutarakan oleh Fazrur Rahman bahwasemangat dasar dari Alquran adalah semangat moral, ide-ide keadilan sosial danekonomi. Hukum moral adalah abadi, ia adalah “perintah Allah”. Manusia takdapat membuat atau memusnahkan hukum moral : ia harus menyerahkan dirikepadanya.

Pernyataan ini dinamakan Islam danimplementasinya dalam kehidupan disebut ibadah atau pengabdian kepada Allah.Tetapi hukum moral dan nilai-nilai spritual, untuk bisa 19 dilaksanakanharuslah diketahui.

Dalam kajian epistemologi Islamdijumpai beberapa teori tentang kebenaran :

1. Teori Korespondensi

Menurut teori ini suatu posisiatau pengertian itu benar adalah apabila terdapat suatu fakta bersesuaian, yangberalasan dengan realitas, yang serasi dengan situasi aktual, maka kebenaranadalah sesuai dengan fakta dan sesuatu yang selaras dengan situasi akal yang diberinyainterpretasi.

2. Teori Konsistensi

Menurut teori ini kebenaran tidakdibentuk atas hubungan antara putusan (judgement) dengan suatu yang lain yaitufakta atau realitas, tetapi atas hubungan antara putusan-putusan itu sendiri.Dengan kata lain, kebenaran ditegakkan atas hubungan antara putusan-putusanyang baik dengan putusan lainnya yang telah kita ketahui dan diakui benar terlebihdahulu, jadi sesuatu itu benar, hubungan itu saling berhubungan dengankebenaran sebelumnya.

3. Teori Prakmatis

Teori ini mengemukakan benartidaknya suatu ucapan, dalil atau semata-mata tergantung kepada berfaedahtidaknya ucapan, dalil atau teori tersebut bagi manusia untuk berfaedah dalamkehidupannya.

PERAN DAN FUNGSI PENGETAHUAN DALAM ISLAM (KAJIAN AKSIOLOGIS)

Pengetahuan berasal dari bahasaArab ‘ilm dan merupakan lawan kata dari jahl yang berarti ketidaktahuan ataukebodohan. Pengetahuan itu sendiri terdiri dari dua jenis :

pengetahuan biasa dan pengetahuanilmiah . Pengetahuan biasa diperoleh dari keseluruhan bentuk upaya kemanusiaan,seperti perasaan, pikiran, pengalaman, pancaindra, dan intuisi untuk mengetahuisesuatu tanpa memperhatikan objek, cara, dan kegunaannya. Dalam bahasa Inggris,jenis pengetahuan ini disebut knowledge . Pengetahuan ilmiah juga merupakan keseluruhanbentuk upaya kemanusiaan untuk mengetahui sesuatu, tetapi dengan memperhatikanobjek yang ditelaah, cara yang digunakan, dan kegunaan pengetahuan tersebut.Dengan kata lain, pengetahuan ilmiah memperhatikan objek ontologis, landasan epistemologis,dan landasan aksiologis dari pengetahuan itu sendiri. Jenis pengetahuan ini dalambahasa Inggris disebut science . Dan ilmu yang dimaksud di sini adalahpengetahuan 20 kedua.

Menurut Nur Cholis Majid, ilmuadalah hasil pelaksanaan perintah Tuhan untuk memperhatikan dan memahami alamraya ciptaannya, sebagai manifestasi atau penyingkapan tabir akan rahasia-Nya.Argumen ini dijelaskan oleh Ibnu Rusyd dalam makalahnya “Fashl al-Maqaal waTaqriir ma Bain al-Hikmah wa Al Syari’ah min Al Ittishal”. Antara iman dan ilmutidak dapat dipisahkan karena iman tidak saja mendorong bahkan menghasilkanilmu, 21 tetapi membimbing ilmu dalam bentuk pertimbangan moral dan etis dalampenggunaannya.

Peran dan fungsi pengetahuandalam Islam ini dapat kita lihat dari 5 (lima) ayat pertama surat Al Alaq. Padaayat tersebut terdapat kata iqra’ yang diulang sebenyak dua kali. Kata tersebutmenurut A. Baiquni, selain berarti membaca dalam artian biasa, juga berarti menelaah,mengobservasi, membandingkan, mengukur, mendeskripsikan, menganalisa, dan 22 penyimpulansecara indukatif.

Secara rinci dapat digambarkanempat fungsi ilmu pengetahuan :

1.  Fungsi Deskriptif yaitu menggambarkan,melukiskan dan memaparkan atau masalah sehingga mudah dipelajari.

2.  Fungsi pengembangan : yaitu melanjutkan hasilpenemuan yang lalu dan menemukan hasil penemuan yang baru.

3.  Fungsi fredeksi yaitu meramalkankejadian-kejadian yang besar kemungkinan terjadi sehingga manusia dapatmengambil tindakan-tindakan yang perlu usaha menghadapi.

4.  Fungsi kontrol yaitu berusaha mengendalikanperistiwa-peristiwa yang tidak dikehendaki.

Demikian pentingnya ilmu inihingga Islam memandang bahwa orang menuntut ilmu sama nilainya dengan berjuangdi jalan Allah. Islam menempuh cara demikian, karena dengan ilmu pengetahuanseseorang dapat meningkatkan kualitas dirinya, ibadahnya dan kualitas imannya.

 

DAFTAR PUSTAKA

Al Quran dan Terjemahannya ,Saudi Arabia, Madinah, 1418 H.

Dr. H. Abuddin Nata, MA, MetodologiStudy Islam, Jakarta, 2000.

Dr. Irwan Prayitno, Ma’rifahAl-Islam , Jakarta 2002.

Drs. Atang   Abd.  Hakim   dan   Dr. Jaih   Mubarak, Metodologi  Study Islam, Rosada, Bandung,  2000.

Dr. Nur  A. Fadhil Lubis, MA, Introductory ReadingIslamic Studies, IAIN Press,  Medan, 2000.

Dr. Abdul  Majid Asy - Syarafi, Ijtihad   Kolektif,alih  bahasa  Syamsudin TU, Jakarta, 2002.

Drs. R.B.S. Furdyartanto, Epistemologi,Yogyakarta, 1978.

Ensiklopedi Islam, Jld.2, PT.Ichtiar Baru Van Hoeve, Jakarta, 1999.

Fazrur Rahman, Islam, Pustaka,Bandung, 1984.

Harun Nasution, Islam Ditinjau DariBerbagai Aspeknya, Jld.I, Jakarta, UI Press, 1978, Cet.II.

H.  Endang  Saifuddin   An  Shari, MA, Wawasan  Islam  Pokok-Pokok Pikiran Tentang Islam dan Umatnya, Jakarta, 1993.

 Harun Nasution, Filsafat Islam, Jakarta, 1973.

Roger    Graudy, Janji - Janji   Islam, alih bahasa Prof. Dr. H.M. Rasyidi,Bulan Bintang, Jakarta, 1981.

 

 

Categories: PENGETAHUAN, EPISTEMOLOGY, SUMBER PENGETAHUAN

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

0 Comments