EPISTEMOLOGI

News

Matematika Sebagai Bahasa Universal

Posted by Filsafat Pengetahuan on September 3, 2010 at 10:14 AM

 

Matematika Sebagai Bahasa Universal


Berpikir merupakan suatu proses yang terjadidi jarangan syaraf pada otak kita. Berpikir merupakan perubahan dalam agregatdari representasi diri. Berpikir merupakan ciri utama manusia yangmembedakannya dengan makhluk lain. Dengan dasar berpikir manusia mengembangkanberbagai cara untuk dapat mengubah keadaan alam guna kepentingan hidupnya.Berpikir dapat berragam orientasinya, namun secara garis besar dapat dibedakanmenjadi berpikir alamiah dan berpikir ilmiah. Berpikir alamiah adalah polapenalaran yang berdasarkan kebiasaan sehari-hari dari pengaruh alamsekelilingnya, misalnya penalaran tentang panasnya api, dinginnya es dansebagainya. Sedangkan berpikir ilmiah adalah pola penalaran berdasarkan poladan sarana tertentu secara teratur. Yang terakhir ini penting kaitannya dalamperkembangan ilmu pengetahuan.


Untuk dapat melakukan kegiatan berpikirilmiah yang baik perlu ditunjang dengan sarana berpikir ilmiah berupa bahasa,matematika, dan statistika. Bahasa merupakan alat komunikasi verbal yangdipakai dalam seluruh proses berpikir ilmiah di mana bahasa merupakan alatberpikir dan alat komunikasi untuk menyampaikan jalan pikiran tersebut kepadaorang lain. Ditinjau dari pola berpikirnya maka ilmu merupakan gabungan ntaraberpikir deduktif dan induktif. Untuk itu maka penalaran ilmiah menyandarkandiri kepada proses logika deduktif dan logika induktif. Matematika mempunyaiperan yang penting dalam berpikir deduktif ini, sedangkan statistika berperanpenting dalam pola berpikir induktif. Proses pengujian dalam kegiatan ilmiahmengharuskan kita menguasai metode penelitian ilmiah yang pada hakikatnyaadalah pengumpulan fakta untuk mendukung hipotesis yang kita ajukan. Kemampuanberpikir ilmiah yang baik harus didukung oleh penguasaan sarana berpikir inidengan baik pula. Salah satu langkah ke arah penguasaan itu adalah mengetahuidengan benar peran masing-masing sarana berpikir tersebut dalam keseluruhanproses berpikir ilmiah tersebut. Dalam tulisan ini secara khusus dibahasmengenai matematika sebagai bahasa universal dan dalam konteksnya sebagaisarana berpikir ilmiah.


Pengertian matematika sangat sulitdidefinsikan secara akurat. Pada umumnya orang awam hanya akrab dengan satucabang matematika elementer yang disebut aritmatika atau ilmu hitung yangsecara informal dapat didefinisikan sebagai ilmu tentang berbagai bilangan yangbisa langsung diperoleh dari bilangan-bilangan bulat 0, 1, -1, 2, – 2, …, dst,melalui beberapa operasi dasar: tambah, kurang, kali dan bagi.

Kata “matematika” berasal dari kata mathemádalam bahasa Yunani yang diartikan sebagai “sains, ilmu pengetahuan, ataubelajar” juga mathematikós yang diartikan sebagai “suka belajar”.


Disiplin utama dalam matematika didasarkanpada kebutuhan perhitungan dalam perdagangan, pengukuran tanah dan memprediksiperistiwa dalam astronomi. Ketiga kebutuhan ini secara umum berkaitan denganketiga pembagian umum bidang matematika: studi tentang struktur, ruang danperubahan.


Ada pendapat terkenalyang memandang matematika sebagai pelayan dan sekaligus raja dari ilmu-ilmulain. Sebagai pelayan, matematika adalah ilmu dasar yang mendasari dan melayaniberbagai ilmu pengetahuan lain. Sejak masa sebelum masehi, misalnya jaman Mesirkuno, cabang tertua dan termudah dari matematika (aritmatika) sudah digunakanuntuk membuat piramida, digunakan untuk menentukan waktu turun hujan, dsb.Sebagai raja, perkembangan matematika tak tergantung pada ilmu-ilmu lain.Banyak cabang matematika yang dulu biasa disebut matematika murni, dikembangkanoleh beberapa matematikawan yang mencintai dan belajar matematika hanya sebagaihoby tanpa memperdulikan fungsi dan manfaatnya untuk ilmu-ilmu lain. Denganperkembangan teknologi, banyak cabang-cabang matematika murni yang ternyatakemudian hari bisa diterapkan dalam berbagai ilmu pengetahuan dan teknologimutakhir.


Sebagai bahasa, matematika melambangkanserangkaian makna dari pernyataan yang ingin kita sampaikan. Di manakah letaksemua konsep-konsep matematika, misalnya letak bilangan 1? Banyak para pakarmatematika, misalnya para pakar Teori Model yang juga mendalami filosofi dibalik konsep-konsep matematika bersepakat bahwa semua konsep-konsep matematikasecara universal terdapat di dalam pikiran setiap manusia.

Jadi yang dipelajari dalam matematika adalahberbagai simbol dan ekspresi untuk mengkomunikasikannya. Misalnya orang Jawasecara lisan memberi simbol bilangan 3 dengan mengatakan “Telu”, sedangkandalam bahasa Indonesia, bilangan tersebut disimbolkan melalui ucapan “Tiga”.Inilah sebabnya, banyak pakar mengkelompokkan matematika dalam kelompok bahasa,atau lebih umum lagi dalam kelompok (alat) komunikasi, bukan sains. Karenasifat-sifatnya itu dapat dikatakan bahwa matematika merupakan bahasa yanguniversal.


Dalam pandangan formalis, matematika adalahpenelaahan struktur abstrak yang didefinisikan secara aksioma denganmenggunakan logika simbolik dan notasi matematika; ada pula pandangan lain,misalnya yang dibahas dalam filosofi matematika.

Struktur spesifik yang diselidiki olehmatematikawan sering kali berasal dari ilmu pengetahuan alam, dan sangat umumdi fisika, tetapi matematikawan juga mendefinisikan dan menyelidiki strukturinternal dalam matematika itu sendiri, misalnya, untuk menggeneralisasikanteori bagi beberapa sub-bidang, atau alat membantu untuk perhitungan biasa.Akhirnya, banyak matematikawan belajar bidang yang dilakukan mereka untuk sebabestetis saja, melihat ilmu pasti sebagai bentuk seni daripada sebagai ilmupraktis atau terapan.


Matematika tingkat lanjut digunakan sebagaialat untuk mempelajari berbagai fenomena fisik yg kompleks, khususnya berbagaifenomena alam yang teramati, agar pola struktur, perubahan, ruang dansifat-sifat fenomena bisa didekati atau dinyatakan dalam sebuah bentukperumusan yg sistematis dan penuh dengan berbagai konvensi, simbol dan notasi.Hasil perumusan yang menggambarkan prilaku atau proses fenomena fisik tersebutbiasa disebut model matematika dari fenomena.


Kembali ke uraian sebelumnya bahwamatematika sebagai sarana berpikir ilmiah yang menggunakan pola penalarandeduktif. Sarana berpikir ilmiah ini dalam proses pendidikan kita, merupakanbidang studi tersendiri. Artinya kita mempelajari sarana berpikir ilmiah iniseperti mempelajari berbagai cabang ilmu. Dalam hal nini kita harus memperhatikandua hal. Pertama, sarana ilmiah bukan merupakan ilmu dalam pengertian bahwasarana ilmiah itu merupakan kumpulan pengetahuan yang didapatkan berdasarkanmetode ilmiah. Seperti diketahui bahwa salah satu karakterisitk dari ilmuumpamanya adalah penggunaan berpikir deduktif dan induktif dalam mendapatkanpengetahuan. Sarana berpikir ilmiah tidak mempergunakan cara ini dalammendapatkan pengetahuannya. Secara lebih tuntas dapat dikatakan bahwa saranaberpikir ilmiah mempunyai metode tersendiri dalam mendapatkan pengetahuannyayang berbeda dengan metode ilmiah.


Kedua, tujuan mempelajari sarana ilmiahadalah untuk memungkinkan kita melakukan penelaahan ilmiah secara baik,sedangkan tujuan mepelajari ilmu dimaksudkan untuk mendapatkan pengetahuan yangyang memungkinkan kita untuk bisa memecahkan masalah sehari-hari. Dalam hal inisarana berpikir ilmiah merupakan alat bagi cabang-cabang pengetahuan dalammengembangkan materi pengetahuannya berdsaarkan metode ilmiah. Atausederhananya, sarana berpikir ilmiah merupakan alat bagi metode ilmiah dalammelakukan fungsinya secara baik. Jelaslah mengapa sarana berpikir ilmiahmempunyai metode yang tersendiri yang berbeda dengan metode ilmiah dalammendapatkan pengetahuannya, sebab fungsi sarana ilmiah adalah membantu prosesmetode ilmiah, dan bukan merupakan ilmu itu tersendiri.


Referensi

Anonim, Matematika (http://id.wikipedia.org/wiki/Matematika)

Sruiasumantri, Jujun S. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Pustaka SinarHarapan. Jakarta:2001.

Turchin, Valentin F,. The Phenomenon of Science a Cybernetic Approach to HumanEvolution. Columbia University Press. USA: 1997.

 

 


Categories: LOGIKA

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

0 Comments